BACA : LAPORAN UTAMA – Sistem Pertanian Terpadu Maksimalkan PLDT   :: Petani Pasti Lebih Sejahtera l LAPSUS  – KSK, Alat Sarad Kayu Modern :: Mustoha Iskandar Dirut Baru Perhutani :: Polis Asuransi Untuk Penyadap l SEPUTAR KPH – Petugas Ringkus Kawanan Pencuri Getah :: Jarak Tanam 5 x 2 Beri Keleluasaan Petani :: Tanaman Porang Sebagai PLDT Sejati  :: 381 SPPT Kawasan Hutan Negara Dibatalkan.

PETANI PASTI LEBIH SEJAHTERA


bowo

Kadivre Perum Perhuatani Jateng, Ir SR Slamet Wibowo MM

MAJALAH BINA

Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah sangat menyambut baik program pertanian terpadu (integrated farm) guna lebih memberikan semnagat kepada masyarakat petani di sekitar hutan. Selama ini Perum Perhutani dalam memberdaya­kan masyarakat petani disekitar hutan melalui program PHBM Plus dinilai belum bisa maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani sekitar hutan tersebut.

“ Adanya keterlibatan Pemda kita harapkan pendapatan dan kesejahteraan etani hutan bisa lebih meningkat,” kata Kepala Divisi Regional Perum Perhutani Jawa Tengah, Ir SR Slamet Wibowo kepada BINA disela kegiatan Trabas belum lama ini menjelaskan program pertanian terpadu (integrated farming) yang penandatangan MoU-nya sudah dilakuan 8 Oktober 2014 bulan lalu di kampus UGM Yogyakarta. Mou dilakukan antara Pemprov Jateng,UGM dan Perum Perhutani Divre Jateng.

Dengan masuknya elemen-elemen terkait tersebut Wibowo yakin pemberdayaan masyarakat petani hutan bisa lebih meningkat. Karena selama ini pemberdayaan petani hutan melalui PHBM Plus tidak ada kesinambungan pembiayaan dari Pemda.

“ Pemda hanya sebatas men-support. Tetapi sekarang dengan adanya orang-orang Pemda masuk hutan untuk memberi pedampingan, penyuluhan dan pelatihan-pelatihan. Serta kemudahan lain seperti mendapatkan pupuk bersubsidi yang selama ini belum pernah bisa diperoleh akan membuat petani lebih bergairah dan produktivitas pertaniannya bisa lebih meningkat,” jelas Slamet Wibowo yang sebenarnya masalah masyarakat petani hutan itu bukan hanya menjadi tanggungjawab Perhutani saja.

Dengan lebih berperannya jajaran Pemda terkait tersebut sistem pertanian terpadu yang sejatinya merupakan program kedaulatan pangan nasional diyakini Kadivre pendapatan masyarakat petani hutan bisa lebih meningkat. Kalau selama ini hasil pertanian dari pengolahan lawan dibawah tegakan rata-rata petani hanya bisa membawa pulang Rp 1 juta, maka dengan peran pemerintah melalui dinas terkait bisa meningkat dua kali lipat atau lebih.

“ Saya yakin itu. Seperti di wilayah Blora dengan adanya pendampingan yang baik petani jagung yang biasanya hanya dua ton per hektar bisa meningkat menjadi empat ton,” pungkasnya.

Sistem pertanian terpadu akan diterap­kan di KPH Cepu seluas 10,40 ha, KPH Randublatung 44,3 ha, KPH Pati 57,57 ha dan KPH Banyumas Timur seluas 44 ha. Adapun komoditas yang ditanam adalah padi gogo, jagung hibrida, umbi-umbian dan empon-empon. Widhi

SISTEM PERTANIAN TERPADU MAKSIMALKAN PLDT


integrated

Pengolahan lahan di kawasan hutan.

MAJALAH BINA
Lahan kawasa hutan Perum Perhutani masih sangat luas dan belum tergarap. Luasnya lahan hutan tersebut membuat Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH menggagas sistem pertanian terpadu (integrated farming system) menggunakan lahan hutan. Sistem pertanian terpadu dinilai memberi manfaat yang lebih besar, yakni membantu terwujudnya daulat pangan dan memberikan penghasilan bagi masyarakat, terutama masyarakat miskin di sekitar hutan.
Gubernur juga menyadari, luasnya lahan bahwasnnya Perhutani juga tidak bisa menge­lola hutannya sendirian.
” Apalagi ini open acces, semua orang bisa masuk tanpa permisi sehingga rentan terjadi pencurian kayu di hutan,” kata Gubernur beberapa waktu lalu dalam sebuah audiensi dengan Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah untuk implementasi program Kedaulatan Pangan di Jawa Tengah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga yang bermukim di desa-desa sekitar hutan.
Jika terjadi pencurian, lajut Guberur maka Perhutani sendiri yang akan menanggung biaya eksternalnya yang cukup besar. Maka menurut gubernur akan lebih baik jika pengelolaan hutan dengan mengajak partisipasi masyarakat.
Diakui Perum Perhutani sendiri sudah sejak lama melalui progam PHBM-nya juga telah melibatkan masyarakat sekitar hutan untuk terlibat dalam pengelolaan hutannya. Namun sejauh ini dinilai hasilnya belum maksimal.
Gagasan orang nomor satu di Jawa Tengah itupun selain Perhutani Divre Jateng sendiri tidak keberatan untuk lebih mengoptimalkan lahan-lahan untuk pertanian – memaksimalkan pengolahan lahan dibawah tegakan (PLDT) – juga mendapat sambutan positip dari Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM). Karena sistem pertanian terpadu tersebut juga diharapkan tidak hanya fokus pada masalah pertanian dan kehutanan saja, tapi juga peternakan dan perikanan.
Seperti disampaikan Wakil Dekan Bi­dang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama Fak. Hutan UGM, Teguh Yuwono S Hut MSc dalam penelitian yang pernah dilakukan di Ngawi Jawa Timur hasil produksi padi gogo di lahan hutan bisa mencapai 12 ton. Tingginya hasil produksi itu karena dipengaruhi kondisi tanah yang masih subur dengan kandungan unsur haranya yang tinggi. Setelah tiga bulan, komoditas padi gogo diganti dengan komoditas empon-empon. More…

Nge-TRAIL Jelajah Kawasan Hutan Bangun Kebersamaan


Inspeksi di persemaian

l Segenap pimpinan peserta Trabas singgah sejenak mengecek di salah satu petak persemaian.

trabas

Tim trabas perpacu dengan ‘kuda besi’-nya siap menjelajah huta.

MAJALAH BINA – Menjelajah alam dengan menggunakan sepeda motor memang menyenangkan. Seperti dilakukan komunitas Trail gabungan Perhutani KPH Banyumas Barat dan KPH Banyumas Timur ini. Bermotor Trail-ria menembus medan jelajah yang spesifik di kawasan hutan de­ngan berba­gai kesulitannya yang cukup mengundang andrenalin.
Yang pasti ada kepuasan tersendiri menjelajah alam dengan sepeda motor. Karena bisa menjadi sarana rekreasi guna melepas kepenatan dari rutinitas pekerjaan di kantor. Menikmati sensasi mengendalikan ‘kuda besi’ di berbagai lintasan tak hanya memberikan tantangan tersendiri tetapi juga menghibur di sepanjang perjalanan dengan panorama alam hutan dan pegunungan yang indah.
Raungan memekakan telinga pecah menggema dari puluhan knalpot sepeda motor trail usai dilepas keberangkatannya oleh Adm/KKPH Banyumas Barat Ir Setiawan dari halaman kantor. Dengan dikawal voorijder dari Satlantas Polres Banyumas, rombongan ‘kuda besi’ pun bergerak beriringan melintasi jalanan kota dan kawasan hutan yang ditetapkan jadi rute perjalanan.
Komunitas Trail Perum Perhutani touring menejelah hutan atau lazim disebut Trabas Saba Wana bukan hanya sekedar fun touring, nge-trail mengumbar kesenangan menyalurkan hobby tapi dalam setiap kegiatan ada misi-misi khusus di dalamnya, baik yang teknis pekerjaan atau pun misi sosial.
“ Ya yang utama kita bersilaturahmi dengan teman-teman berkaitan dengan pekerjaan di lapangan, menyambangi mereka yang bekerja di pelosok-pelosok yang sulit kita jangkau kita sambangi dengan sepeda motor trail. Baik teman-teman yang ada persemaian, tanaman ataupun yang ada di sadapan,” tanggapan Ir Arief Hidayat, Sekretaris Divisi Regional Jateng kepada BINA yang turut ambil bagian dalam Adventure Trail ketika diminta tanggapannya (5/9). …. More

Menggenjot ‘ Primadona’ Getah Pinus


Pembinaan oleh Dirut Perm Perhutani ' Menggejot Produktivitas Getah Pinus '.

Pembinaan oleh Dirut Perm Perhutani ‘ Menggejot Produktivitas Getah Pinus ‘.

MAJALAH BINA – Menurunnya potensi produksi kayu, tetesan getah pinus akan menjadi darah segar Perum Perhutani. Produksi getah pinus di Perhutani sekarang ini menjadi produk prioritas yang menjadi pusat perhatian direksi. Apalagi dengan tingginya permintaan produk gondorukem dan terpentin di pasar internasional ini jelas menjadi daya tarik sendiri bagi Perhutani.
Sebagai pebisnis Perhutani sekarang tidak saja hanya memproduksi gondorukem dan terpentin, tetapi juga memproduksi berbagai produk dari turunan produk tersebut yang harganya juga jauh lebih menjanjikan. Untuk itu tak heran kalau Perum Perhutani mulai menggenjot produksi getah pinusnya.

Alat pembuat getah bersih.

Alat pembuat getah bersih.

Dan untuk merampingkan birokrasi, untuk pengelolaan getah pinus itu pun sekarang ditangani oleh divisi tersendiri, yakni Divisi Gondorukem, Terpentin, Derivat dan Kayu Putih agar lebih fokus bisa menangani produksi getah pinus tersebut.
“ Sekarang selain bergantung kepada hutan kita juga akan tergantung kepada industri yang kita bangun. Industri akan baik kalau bahan bakunya juga baik,” kata Direktur Utama Perum Perhutani, Bambang Sukmananto pada Pembinaan Getah Pinus di petak 49 i RPH Kebanglangit BKPH Bandar KPH Pekalongan Timur (18/6).
Selanjutnya [ page 2 – 3 ]

Puluhan Burung Gelatik Langka Diliarkan


liar

Puluhan burung gelatik langka jenis gelatik putih dan gelatik belong dilepas ke habitat alam.

KPH CEPU DIVRE JATENG – Burung Gelathik Jawa (Padda oryzivora) menurut hasil evalua­si status perlindungannya sudah termasuk rentan terancam dari kepunahan. Burung gelatik Jawa termasuk satwa endemik dan ancamannya sudah masuk dalam apendik II sehingga sudah agak sulit ditemukan di habitat alamnya. Bertolak dari kenyataan itu perlu dilakukan upaya unruk mempertahankan keberadaannya.
Seperti yang dilakukan Perum Perhutani KPH Cepu Divre Jateng akhir Mei lalu. Melakukan peliaran burung gelatik Jawa di kawasan Wana Wisata (WW) Gubung Payung RPH Temengeng.
Pelepasan dipimpin langsung oleh Adm/KKPH Cepu Divre Jateng, Hendro Kusdiyanto disela-sela kegiatan Pelatihan Monitoring dan Evaluasi Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) yang berlangsung di komplek Wana Wisata tersebut. Sebanyak 10 pasang burung gelatik Jawa jenis Gelatik Belong dan gelatik Putih hasil penangkaran Suryan­to, Staf Pelaksana Lingkungan KPH Cepu sejak awal 2014 diliarkan.
Peliaran tersebut juga terkait dalam mendukung sertifikasi PHL KPH Cepu, dimana salah satunya adalah perlindu­ngan terhadap spesies langka yang terancam dan hampir punah.
“ Salah satu bentuk perlindungan ya dengan mengembalikan sepesies langka gelatik Jawa ini yang hampir punah di habitat aslinya,” kata KSS Lingkungan KPH Cepu Divre Jateng, Andina Primadanti kepada BINA di sela acara pelepasan burung gelatik Jawa tersebut (31/5).
Dipilihknya Wana Wisata Gubug Payung pelepasan 10 pasang gelatik Jawa itu dikatakan Andina karena kawasan tersebut merupakan salah satu kawasan bernilai konservasi tinggi. Wana Wisata Gubug Payung termasuk kawasan pemantauan bio diversity yang dilakukan setiap tahun untuk memantau populasi satwa-satwa yang ada di dalamnya. Ditemukan tak kurang dari 67 spesies satwa hidup didalamnya yang sebagian sudah termasuk jenis satwa langka. Diantaranya dari jenis aves ditemukan Bangau Sandang Lawe dan Merak yang juga sudah masuk kategori langka. Satwa lainnya juga ditemukan jenis biawak, kucing kuwuk, luthung dan bahkan Harimau Jawa yang ditemukan tidak jauh dari kawasan wana wisata itu. Selengkapnya ….[page 20 – 21 ]

PPCI Ekspor Perdana Produk Alphapinene Ke India


ekspor_1

Dirut Perum Perhutani, Ir Bambang Sukmananto bersama jajaran direksi di lingkungan pabril PPCL di Pemalang, Jawa Tengah.

MAJALAH BINA – Direktur Utama Perhutani, Ir Bambang Sukmananto menandai era hilirisasi industri dengan melakukan ekspor perdana 13,6 ton produk a-Pinene (Alphapinene) ke negara tuluan India dari Perhutani Pine Chemical Industry (PPCI), pabrik baru Perhutani di Pemalang, Jawa Tengah.
Bambang Sukmananto menyatakan bahwa proses produksi Alphapinene tersebut menggunakan teknologi sederhana untuk mengasilkan produk a-Pinene dengan kualitas kemurnian minimal 97,5 %, tetapi Perhutani justru memperoleh nilai tambah cukup tinggi. Sementara peluang pasar dunia masih terbuka lebar. Kebutuhan pasar Alphapinene dan Bethapinene di dunia mencapai 600.000 ton per tahun, sementara untuk kebutuhan di dalam negeri hanya mencapai 19.000 ton per tahun.
“ Dengan bahan baku getah pinus yang ada dan pengolahan sampai derivatnya, maka Perhutani kedepan ditargetkan akan menjadi pelaku bisnis industri pine chemical penting di dunia,” kata Dirut di PPCI kepada pers usai memberangkatkan ekspor perdana produk Alphapinene (22/4).
Ditegaskan Bambang Industri pengolahan derivatif gondorukem dan terpentin tersebut mempunyai nilai tambah yang lebih dibanding kalau mengekspor bahan baku. Selengkapnya