Nge-TRAIL Jelajah Kawasan Hutan Bangun Kebersamaan


Inspeksi di persemaian

l Segenap pimpinan peserta Trabas singgah sejenak mengecek di salah satu petak persemaian.

trabas

Tim trabas perpacu dengan ‘kuda besi’-nya siap menjelajah huta.

MAJALAH BINA – Menjelajah alam dengan menggunakan sepeda motor memang menyenangkan. Seperti dilakukan komunitas Trail gabungan Perhutani KPH Banyumas Barat dan KPH Banyumas Timur ini. Bermotor Trail-ria menembus medan jelajah yang spesifik di kawasan hutan de­ngan berba­gai kesulitannya yang cukup mengundang andrenalin.
Yang pasti ada kepuasan tersendiri menjelajah alam dengan sepeda motor. Karena bisa menjadi sarana rekreasi guna melepas kepenatan dari rutinitas pekerjaan di kantor. Menikmati sensasi mengendalikan ‘kuda besi’ di berbagai lintasan tak hanya memberikan tantangan tersendiri tetapi juga menghibur di sepanjang perjalanan dengan panorama alam hutan dan pegunungan yang indah.
Raungan memekakan telinga pecah menggema dari puluhan knalpot sepeda motor trail usai dilepas keberangkatannya oleh Adm/KKPH Banyumas Barat Ir Setiawan dari halaman kantor. Dengan dikawal voorijder dari Satlantas Polres Banyumas, rombongan ‘kuda besi’ pun bergerak beriringan melintasi jalanan kota dan kawasan hutan yang ditetapkan jadi rute perjalanan.
Komunitas Trail Perum Perhutani touring menejelah hutan atau lazim disebut Trabas Saba Wana bukan hanya sekedar fun touring, nge-trail mengumbar kesenangan menyalurkan hobby tapi dalam setiap kegiatan ada misi-misi khusus di dalamnya, baik yang teknis pekerjaan atau pun misi sosial.
“ Ya yang utama kita bersilaturahmi dengan teman-teman berkaitan dengan pekerjaan di lapangan, menyambangi mereka yang bekerja di pelosok-pelosok yang sulit kita jangkau kita sambangi dengan sepeda motor trail. Baik teman-teman yang ada persemaian, tanaman ataupun yang ada di sadapan,” tanggapan Ir Arief Hidayat, Sekretaris Divisi Regional Jateng kepada BINA yang turut ambil bagian dalam Adventure Trail ketika diminta tanggapannya (5/9). …. More

Menggenjot ‘ Primadona’ Getah Pinus


Pembinaan oleh Dirut Perm Perhutani ' Menggejot Produktivitas Getah Pinus '.

Pembinaan oleh Dirut Perm Perhutani ‘ Menggejot Produktivitas Getah Pinus ‘.

MAJALAH BINA – Menurunnya potensi produksi kayu, tetesan getah pinus akan menjadi darah segar Perum Perhutani. Produksi getah pinus di Perhutani sekarang ini menjadi produk prioritas yang menjadi pusat perhatian direksi. Apalagi dengan tingginya permintaan produk gondorukem dan terpentin di pasar internasional ini jelas menjadi daya tarik sendiri bagi Perhutani.
Sebagai pebisnis Perhutani sekarang tidak saja hanya memproduksi gondorukem dan terpentin, tetapi juga memproduksi berbagai produk dari turunan produk tersebut yang harganya juga jauh lebih menjanjikan. Untuk itu tak heran kalau Perum Perhutani mulai menggenjot produksi getah pinusnya.

Alat pembuat getah bersih.

Alat pembuat getah bersih.

Dan untuk merampingkan birokrasi, untuk pengelolaan getah pinus itu pun sekarang ditangani oleh divisi tersendiri, yakni Divisi Gondorukem, Terpentin, Derivat dan Kayu Putih agar lebih fokus bisa menangani produksi getah pinus tersebut.
“ Sekarang selain bergantung kepada hutan kita juga akan tergantung kepada industri yang kita bangun. Industri akan baik kalau bahan bakunya juga baik,” kata Direktur Utama Perum Perhutani, Bambang Sukmananto pada Pembinaan Getah Pinus di petak 49 i RPH Kebanglangit BKPH Bandar KPH Pekalongan Timur (18/6).
Selanjutnya [ page 2 – 3 ]

Puluhan Burung Gelatik Langka Diliarkan


liar

Puluhan burung gelatik langka jenis gelatik putih dan gelatik belong dilepas ke habitat alam.

KPH CEPU DIVRE JATENG – Burung Gelathik Jawa (Padda oryzivora) menurut hasil evalua­si status perlindungannya sudah termasuk rentan terancam dari kepunahan. Burung gelatik Jawa termasuk satwa endemik dan ancamannya sudah masuk dalam apendik II sehingga sudah agak sulit ditemukan di habitat alamnya. Bertolak dari kenyataan itu perlu dilakukan upaya unruk mempertahankan keberadaannya.
Seperti yang dilakukan Perum Perhutani KPH Cepu Divre Jateng akhir Mei lalu. Melakukan peliaran burung gelatik Jawa di kawasan Wana Wisata (WW) Gubung Payung RPH Temengeng.
Pelepasan dipimpin langsung oleh Adm/KKPH Cepu Divre Jateng, Hendro Kusdiyanto disela-sela kegiatan Pelatihan Monitoring dan Evaluasi Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (KBKT) yang berlangsung di komplek Wana Wisata tersebut. Sebanyak 10 pasang burung gelatik Jawa jenis Gelatik Belong dan gelatik Putih hasil penangkaran Suryan­to, Staf Pelaksana Lingkungan KPH Cepu sejak awal 2014 diliarkan.
Peliaran tersebut juga terkait dalam mendukung sertifikasi PHL KPH Cepu, dimana salah satunya adalah perlindu­ngan terhadap spesies langka yang terancam dan hampir punah.
“ Salah satu bentuk perlindungan ya dengan mengembalikan sepesies langka gelatik Jawa ini yang hampir punah di habitat aslinya,” kata KSS Lingkungan KPH Cepu Divre Jateng, Andina Primadanti kepada BINA di sela acara pelepasan burung gelatik Jawa tersebut (31/5).
Dipilihknya Wana Wisata Gubug Payung pelepasan 10 pasang gelatik Jawa itu dikatakan Andina karena kawasan tersebut merupakan salah satu kawasan bernilai konservasi tinggi. Wana Wisata Gubug Payung termasuk kawasan pemantauan bio diversity yang dilakukan setiap tahun untuk memantau populasi satwa-satwa yang ada di dalamnya. Ditemukan tak kurang dari 67 spesies satwa hidup didalamnya yang sebagian sudah termasuk jenis satwa langka. Diantaranya dari jenis aves ditemukan Bangau Sandang Lawe dan Merak yang juga sudah masuk kategori langka. Satwa lainnya juga ditemukan jenis biawak, kucing kuwuk, luthung dan bahkan Harimau Jawa yang ditemukan tidak jauh dari kawasan wana wisata itu. Selengkapnya ….[page 20 – 21 ]

PPCI Ekspor Perdana Produk Alphapinene Ke India


ekspor_1

Dirut Perum Perhutani, Ir Bambang Sukmananto bersama jajaran direksi di lingkungan pabril PPCL di Pemalang, Jawa Tengah.

MAJALAH BINA – Direktur Utama Perhutani, Ir Bambang Sukmananto menandai era hilirisasi industri dengan melakukan ekspor perdana 13,6 ton produk a-Pinene (Alphapinene) ke negara tuluan India dari Perhutani Pine Chemical Industry (PPCI), pabrik baru Perhutani di Pemalang, Jawa Tengah.
Bambang Sukmananto menyatakan bahwa proses produksi Alphapinene tersebut menggunakan teknologi sederhana untuk mengasilkan produk a-Pinene dengan kualitas kemurnian minimal 97,5 %, tetapi Perhutani justru memperoleh nilai tambah cukup tinggi. Sementara peluang pasar dunia masih terbuka lebar. Kebutuhan pasar Alphapinene dan Bethapinene di dunia mencapai 600.000 ton per tahun, sementara untuk kebutuhan di dalam negeri hanya mencapai 19.000 ton per tahun.
“ Dengan bahan baku getah pinus yang ada dan pengolahan sampai derivatnya, maka Perhutani kedepan ditargetkan akan menjadi pelaku bisnis industri pine chemical penting di dunia,” kata Dirut di PPCI kepada pers usai memberangkatkan ekspor perdana produk Alphapinene (22/4).
Ditegaskan Bambang Industri pengolahan derivatif gondorukem dan terpentin tersebut mempunyai nilai tambah yang lebih dibanding kalau mengekspor bahan baku. Selengkapnya

GreenNET Indonesia Rambah Pelestari Lingkungan Brunei Darussalam


gni

Ketum GreenNET Indonesia, Transtoto Handadhari menanam pohon persahabatan di lingkungan kantor KBRI di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

MAJALAH BINA – Yayasan Green Network Indonesia (GreenNET Indonesia) pada 25-28 April 2014 lalu melakukan kunjungan silaturahmi lingkungan ke Brunei Darussalam. Kunjungan sebagai upaya mempererat tali persahabatan dengan stakeholders sektor lingkungan, pertanian dan kehutanan. Delegasi GreenNet Indonesia terdiridari 19 orang dan dipimpin oleh Ketua Umumnya Transtoto Handadhari.
Tujuan diadakannya kunjungan tersebut adalah untuk mengembangkan jaringan kerjasama pelestarian lingkungan hidup di wilayah ASEAN. Selengkapnya

Patroli Malam Amankan 259 Batang Kayu Ilegal


Sebanyak 259 batang kayu gelondongan illegal dengan volume 10,4940 M3 yang diangkut 2 buah truk dan dua tersangka berhasil disergap jajaran petugas keamanan Perum Perhutani KPH Randublatung bersama anggota Kepolisian Sektor Randublatung.
Ihwal tertangkapnya dua buah kendaraan truk dengan Nopol AD 1495 HC dan AD 1405 SE tersebut saat dilakukan perondaan secara berkala oleh jajaran Polisi Hutan Mobil KPH Randublatung yang melakukan kegiatan patroli pada malam hari.
Hal tersebut dikatakan Administratur Perum Perhutani KPH Randublatung Ir Herdi­an Suhartono melalui Wakil Administratur/KSKPH Randublatung Wilayah Selatan, Rudi Hantoro S.Hut di sela-sela pengecekan kayu yang berhasil diamankan di markas Polisi Hutan Mobil KPH Randublatung (14/3/20014).
Dikatakan bahwa saat melakukan patroli pihaknya bersama dengan 3 orang anggota memergoki dua buah truk di jalanan Dukuh Tlogotuwung, Desa Tlogotuwung Ke­camatan Randublatung Jam 01.00 WIB dini hari. Ketika dihentikan truk tersebut dikatakan oleh pemiliknya membawa muatan jagung, namun pihaknya menyangsikan jawaban pemilik kendaraan tersebut.
“ Sesaat setelah kami tanya kedua kendaraan tersebut malah memacu lajunya, setelah kami lakukan pengejaran sambil melapor ke Polsek Randublatung kedua kendaraan tersebut berhasil dihentikan dan ternyata memuat puluhan kayu jati gelondong illegal. Adapun untuk truk de­ngan Nopol AD 1495 HC setelah diperiksa memuat sebanyak 122 batang kayu jati dengan volume 4,6710 m3 dan kayu jati kampung yang menurut pengakuan pemilik sebanyak 23 batang dengan volume 0,7330 m3. Sedangkan untuk truk dengan Nopol AD 1405 SE juga memuat kayu jati gelondongan sebanyak 69 batang dengan volume 2,5110 m3 serta kayu jati kampong 45 batang dengan volume 2,5790 m3. Kayu jati gelondongan tersebut ukurannya bervariasi mulai panjang satu meter dengan diameter 13 cm sampai ukuran panjang empat meter dengan diameter 30 cm,” katanya.
Perihal adanya kayu jati asal desa yang dikatakan oleh pemiliknya yang berhasil juga diamankan, Rudi Hantoro menegaskan bahwa boleh saja mereka mengatakan kayu bukan dari kawasan hutan, namun saat dilakukan penangkapan yang ada diatas mobil kayu tersebut tercampur dengan kayu yang berasal dari kawasan hutan. Bahkan ada beberapa batang kayu yang terindikasi dari petak teresan.
“ Saat ini kedua truk dan kayu sebagai barang bukti beserta kedua tersangka Tarmin ( 36 th ) penduduk Dukuh Kalonan, Desa Jati Klampok dan Sumardi ( 35 th ) penduduk Dukuh Temanjang, Desa Jatisari kita kirim ke Polres Blora untuk diproses penyidikan selanjutnya karena lokasi tertangkapnya kedua kendaraan tersebut masuk wilayah Polsek Randublatung,” tegasya.