Mustoha Iskandar : Perhutani, Planet and Peoples


DIRUT

Dirut Perum Perhutani, Mostoha Iskandar menanam di petak 81 b RPH Gelon BKPH Sonde KPH Ngawi,

MAJALAH BINA – Dr. Ir. Mustoha Iskandar MDM, SH resmi menjabat Direktur Utama Perum Perhutani sejak 15 Oktober 2014. Jadi, pada hari Jumat, tanggal 5 Desember lalu, ketika Bina berjumpa dengannya di petak hutan jati nomer 81 b RPH Gelon BKPH Sonde KPH Ngawi, genap 52 hari sosok yang konon putra mandor ini, menjalankan tugasnya selaku pucuk ujung tombak kelestarian hutan pulau Jawa.
Kehadirannya di kawasan hutan jati KPH Ngawi pukul delapan pagi itu bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya dalam rangka pencanangan pekerjaan tanaman Perum Perhutani 2014.
“Jam enam pagi tadi saya masih di hutan Tangen, KPH Surakarta guna pencanangan tanaman di kawasan Divisi Regional Jawa Tengah,” ungkapnya ihwal aktivitasnya daANDam hari yang sama itu.
Berpenampilan dan bergaya bicara sederhana serta terkesan humoris, pria bertubuh kurus ini kabarnya juga dijuluki “Pak Ustadz” oleh kalangan yang akrab mengenalnya.
“Insya Allah, saya selalu bersikap amanah bagi kemajuan perusahaan ini. Pekerjaan perhutani itu dekat dengan pintu surga apabila kita dengan benar menjalaninya. Sebab, dari memelihara kelestarian hutan dapat dihasilkan banyak kebaikan bagi kehidupan,” ungkapnya dalam acara yang disempatkan pula untuk melakukan “Pembinaan Karyawan” Perhutani Divisi Regional Jawa Timur itu.
Dalam upayanya memacu kemajuan Perum Perhutani, ia mengaku berpegang kepada prinsip “3P” ialah demi kebaikan bagi perusahaan, planet Bumi dan masyarakat (people) yang bergantung hidup dari keberadaan kawasan hutan Negara itu.

MORE

Masih Ada Optimisme Di Hutan Jati Ngawi


MAJALAH BINA – Jumat (5/12/14) lalu, cuaca cerah menyambut rombongan Perum Perhutani Divisi Regional II Jawa Timur di petak hutan 81 b RPH Gelon, BKPH Sonde, KPH Ngawi. Pancaran sinar mentari pagi terasa menghangatkan hamparan lahan yang tampak masih basah oleh guyuran hujan malam hari di lokasi bekas tebangan jati A2 November 2013 itu. Udara segar menebarkan keharuman aroma khas tanah hutan sehabis diterpa air hujan.
Ya, di bentang area seluas 24, 2 hektar ex tebangan akhir daur (tebang habis hutan jati umur 60 tahun) ini pada hari itu berlangsung kegiatan “Pencanangan Tanaman 2014 Perum Perhutani Divre Jatim” yang langsung dikomandani oleh Direktur Utama (Dirut) Perum Perhutani, Dr. Ir. Mutoha Iskandar MDM SH.
Kehadiran Dirut Perhutani disertai dua orang direkturnya, yakni Heru Siswanto dan Agus Setya Prastawa.
Semburat keharuman cuaca cerah pagi nan hangat di hutan jati Ngawi itu seakan menjadi saksi penanda masih adanya semangat optimis dari sekumpulan aparat pengelola hutan Jawa Timur itu. Terlihat dari gesture tubuh, celoteh ucapan dan ekspresi ceria mereka yang hari itu mengenakan “dresscode” khusus T-Shirt putih berkerah oranye. MORE

Jawa Tengah Siap Dukung Suksesi Swa Sembada Pangan Nasional


Presiden menanam Pohon Jati (Tectona Grandis) pada pencanangan HPMI di Wonogiri

Presiden menanam Pohon Jati (Tectona Grandis) pada pencanangan HPMI di Wonogiri

MAJALAH BINA – Presiden mematok target dalam tiga tahun Indonesia harus swasembada pangan. Karena itu dia mengultimatum mentan Amran Sulaiman agar swa sembada pangan bisa tercapai sebelum tiga tahun.
“ Saya sudah minta kepada menteri Pertanian. Kalau dalam tiga tahun Indonesia tidak bisa swa sembada pangan yang antre ingin jadi mentri masih banyak,” katanya dalam sambutannya pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HPMI) dan bulan Menanam Nasional (BMN) di desa Tempursari Kecamatan Sidoharjo Kabupaten Wonogiri, Sabtu (29/11).
Dia menyampaikan hal itu karena tidak ingin lagi dibuat malu oleh Vietnam yang selama ini memasok beras ke Indonesia.
Karena itu, Presiden ingin agar swasembada tidak hanya dari bidang beras, tetapi juga swasembadi dari jagung, gula, kedelai dan daging.
Presiden yakin hal itu bisa terwujud karena Indonesia mempunyai lahan pertanian sangat luas.
Dikatakan Presiden, menanggapi harapannya itu menteri Pertanian sebagaimana presiden katakan menyanggupi kalau swa sembada pangan bisa terwujud sebelum tiga tahun. Dan utuk itu Mentan meminta balik kepada presiden agar dipersiapkan gudang yang banyak karena panen melimpah. Gudang-gudang disiapkan. Kemudian hilirasi produk beras. Seperti membangun pabrik agar Indonesia bisa gantian mengekspor beras ke Vietnam.
Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam sambutannya dalam gerakan HPM dan BMN tersebut bahwa untuk suksesi pangan Provinsi Jawa Tengah telah mengembangkan sistem pertanian terpadu (integrated farm) dengan menggandeng Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah dan Universitas Gajah Mada.
Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah sendiri, ditegaskan Ganjar sangat menyambut baik gagasannya tersebut. Yakni dengan menyediakan lahan-lahan pertanian di bawah tegakan yang jumlahnya masih sangat luas. Pengembangan sistem pertanian terpadu tersebut dikatakann justru untuk lebih mengoptimalkan lahan-lahan dibawah tegakan untuk dijadikan lahan pertanian. UGM juga menyambut positif gagasan Gubernur Jateng tersebut diamana pihaknya dalam kerjasama itu bertindak dengan melakukan pendekatan multi disiplin melalui sistem pertanian terpadu tersebut mengotimalisasi sistem, baik di hulu maupun hilir.
Sistem pertanian terpadu untuk tahap awal diterapkan di sejumlah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) di lingkungan Divisi Regional Jawa Tengah. Yakni di KPH Cepu seluas 10,40 ha, KPH Randublatung 44,3 ha, KPH Pati 57,57 ha dan KPH Banyumas Timur seluas 44 ha. Pada tahun-tahun berikutnya keluasan tersebut akan ditambah di KPH-KPH lain. Adapun komoditas yang ditanam adalah padi gogo, jagung hibrida, umbi-umbian dan empon-empon.
Dalam kesempatan tersebut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya juga memaparkan dalam kesempatan HPMI tersebut tak kurang sekitar 37.000 bibit ditanam. Pohon yang ditanam antara lain jati. Jabon , sengon, mangga, rambutan, sukun, kantil, kenanga dan lain-lain.
Gerakan menanam itu katanya untuk menciptakan penghijauan sehingga mampu melestarikan air yang selanjudnya mampu untuk mewujudkan ketahanan pangan dan enerji.*

Opgab Amankan 14 Truk Muat Kayu Jati Ilegal


Operasi kayu illegal dari rumah warga.

Operasi kayu illegal dari rumah warga.

MAJALAH BINA – Administratur/KKPH Pati, Ir Dadang Ishardianto melalui Wakil Adm/KSKPH Pati Selatan, Agus Ridwan dan Wakil Adm/KSKPH Pati Utara, Gatot Farid Prabawo bersama Pabin Kusairi melakukan koordinasi bersama dengan Polres Pati, Kodim 0718 Pati dan Denpom PM Pati untuk melakukan operasi gabungan penanggulangan Illegal Loging.
Alhasil pada hari Rabu, 5 Nopember 2014 dikerahkan pasukan gabungan sebanyak 450 personil yang terdiri dari 3 Kompi Dalmas dan Sabara Polres Pati dan Rembang, 1 Kompi dari Kodim 0718 Pati, 1 Kompi dari Brigadir 410 Alugoro,1 Kompi Brimob Pati dan Personel dari Denpom PM Pati dibantu jajaran Asper, KRPH Polhutmob dan mandor dari KPH Pati dan KPH Mantingan, dengan sasaran desa Ronggo Kecamatan Jaken Kabupaten Pati.
Desa yang terletak di segi tiga antara KPH Pati, KPH Mantingan dan KPH Blora ini disinyalir merupakan tempat pasar kayu bebas. Dari hasil operasi Illegal Logging yang terang-terangan dimana masyarakatnya tidak takut terhadap jajaran petugas dan seakan tidak menghiraukannya, jika ada petugas baik dari Polhut maupun gabungan yang jumlah personilnya sedikit selalu dihalau keluar dengan tanpa hasil apapun.
Operasi gabungan kali ini tergolong luar biasa dengan kukuatan personil 450 masyarakat Desa Ronggo tidak mampu berbuat banyak dan seakan membiarkan petugas menggasak desa mereka seluruh warga keluar rumah dan membiarkan rumah mereka dimasuki para petugas. Banyak kayu jati yang dapat diamankan baik kayu bulat maupun olahan, kayu yang tidak jelas langsung diangkut, KRPH dan Mandor pun ikut mengangkut kayu untuk dimuat kedalam Truck. Alhasil sebanyak 14 Truck kayu jenis jati dapat diamankan, semua kayu yang di sita termasuk kayu yang berkualitan karena dipilih oleh para pencuri.
Dirasa cukup karena waktu sudah siang pasukan siap mengatur konvoi kendaranan yang jumlahnya sekitar 28 kendaraan termasuk 14 Truck bermuatan kayu.

Ranjau
Sebelum konvoi kendaraan berangkat meninggalkan Desa Ronggo diketahui masyarakat ada yang memesang ranjau dengan menebar paku dijalan, namun dengan sigap Pasukan Brimob segera membersihkannya dan konvoi bisa berjalan, konvoi bermula menuju kantor KPH Pati tapi bergerak menuju Mapolres Pati yang kedatangannya disambut oleh Kapolres Pati AKBP Budi Haryanto. Ia mengucapkan selamat atas hasil yang dicapai. Diperkirankan bila operasi hari itu berlanjut hasil tangkapan bisa lebih dari 14 truk.
Barang bukti hasil operasi selanjutnya dibongkar di halaman kantor KPH Pati dan dapat diperkirakan rata-rata kayu kayu hasil operasi tiap truknya sekitar 4 M3.
Di sela sela kegiatan Wakil Adm/KSKPH Pati Selatan, Agus Ridwan menjawab awak media bahwa operasi yang dilaksanakan sudah sesuai prosedur dan terkait tersangka penyimpan dan pengepul kayu karena pada waktu kegiatan semua rumah dalam keadaan kosong maka proses selanjutnya diserahkan kepada Polres Pati. Hms


BACA : LAPORAN UTAMA – Sistem Pertanian Terpadu Maksimalkan PLDT   :: Petani Pasti Lebih Sejahtera l LAPSUS  – KSK, Alat Sarad Kayu Modern :: Mustoha Iskandar Dirut Baru Perhutani :: Polis Asuransi Untuk Penyadap l SEPUTAR KPH – Petugas Ringkus Kawanan Pencuri Getah :: Jarak Tanam 5 x 2 Beri Keleluasaan Petani :: Tanaman Porang Sebagai PLDT Sejati  :: 381 SPPT Kawasan Hutan Negara Dibatalkan.

PETANI PASTI LEBIH SEJAHTERA


bowo

Kadivre Perum Perhuatani Jateng, Ir SR Slamet Wibowo MM

MAJALAH BINA

Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah sangat menyambut baik program pertanian terpadu (integrated farm) guna lebih memberikan semnagat kepada masyarakat petani di sekitar hutan. Selama ini Perum Perhutani dalam memberdaya­kan masyarakat petani disekitar hutan melalui program PHBM Plus dinilai belum bisa maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani sekitar hutan tersebut.

“ Adanya keterlibatan Pemda kita harapkan pendapatan dan kesejahteraan etani hutan bisa lebih meningkat,” kata Kepala Divisi Regional Perum Perhutani Jawa Tengah, Ir SR Slamet Wibowo kepada BINA disela kegiatan Trabas belum lama ini menjelaskan program pertanian terpadu (integrated farming) yang penandatangan MoU-nya sudah dilakuan 8 Oktober 2014 bulan lalu di kampus UGM Yogyakarta. Mou dilakukan antara Pemprov Jateng,UGM dan Perum Perhutani Divre Jateng.

Dengan masuknya elemen-elemen terkait tersebut Wibowo yakin pemberdayaan masyarakat petani hutan bisa lebih meningkat. Karena selama ini pemberdayaan petani hutan melalui PHBM Plus tidak ada kesinambungan pembiayaan dari Pemda.

“ Pemda hanya sebatas men-support. Tetapi sekarang dengan adanya orang-orang Pemda masuk hutan untuk memberi pedampingan, penyuluhan dan pelatihan-pelatihan. Serta kemudahan lain seperti mendapatkan pupuk bersubsidi yang selama ini belum pernah bisa diperoleh akan membuat petani lebih bergairah dan produktivitas pertaniannya bisa lebih meningkat,” jelas Slamet Wibowo yang sebenarnya masalah masyarakat petani hutan itu bukan hanya menjadi tanggungjawab Perhutani saja.

Dengan lebih berperannya jajaran Pemda terkait tersebut sistem pertanian terpadu yang sejatinya merupakan program kedaulatan pangan nasional diyakini Kadivre pendapatan masyarakat petani hutan bisa lebih meningkat. Kalau selama ini hasil pertanian dari pengolahan lawan dibawah tegakan rata-rata petani hanya bisa membawa pulang Rp 1 juta, maka dengan peran pemerintah melalui dinas terkait bisa meningkat dua kali lipat atau lebih.

“ Saya yakin itu. Seperti di wilayah Blora dengan adanya pendampingan yang baik petani jagung yang biasanya hanya dua ton per hektar bisa meningkat menjadi empat ton,” pungkasnya.

Sistem pertanian terpadu akan diterap­kan di KPH Cepu seluas 10,40 ha, KPH Randublatung 44,3 ha, KPH Pati 57,57 ha dan KPH Banyumas Timur seluas 44 ha. Adapun komoditas yang ditanam adalah padi gogo, jagung hibrida, umbi-umbian dan empon-empon. Widhi

SISTEM PERTANIAN TERPADU MAKSIMALKAN PLDT


integrated

Pengolahan lahan di kawasan hutan.

MAJALAH BINA
Lahan kawasa hutan Perum Perhutani masih sangat luas dan belum tergarap. Luasnya lahan hutan tersebut membuat Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH menggagas sistem pertanian terpadu (integrated farming system) menggunakan lahan hutan. Sistem pertanian terpadu dinilai memberi manfaat yang lebih besar, yakni membantu terwujudnya daulat pangan dan memberikan penghasilan bagi masyarakat, terutama masyarakat miskin di sekitar hutan.
Gubernur juga menyadari, luasnya lahan bahwasnnya Perhutani juga tidak bisa menge­lola hutannya sendirian.
” Apalagi ini open acces, semua orang bisa masuk tanpa permisi sehingga rentan terjadi pencurian kayu di hutan,” kata Gubernur beberapa waktu lalu dalam sebuah audiensi dengan Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah untuk implementasi program Kedaulatan Pangan di Jawa Tengah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga yang bermukim di desa-desa sekitar hutan.
Jika terjadi pencurian, lajut Guberur maka Perhutani sendiri yang akan menanggung biaya eksternalnya yang cukup besar. Maka menurut gubernur akan lebih baik jika pengelolaan hutan dengan mengajak partisipasi masyarakat.
Diakui Perum Perhutani sendiri sudah sejak lama melalui progam PHBM-nya juga telah melibatkan masyarakat sekitar hutan untuk terlibat dalam pengelolaan hutannya. Namun sejauh ini dinilai hasilnya belum maksimal.
Gagasan orang nomor satu di Jawa Tengah itupun selain Perhutani Divre Jateng sendiri tidak keberatan untuk lebih mengoptimalkan lahan-lahan untuk pertanian – memaksimalkan pengolahan lahan dibawah tegakan (PLDT) – juga mendapat sambutan positip dari Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM). Karena sistem pertanian terpadu tersebut juga diharapkan tidak hanya fokus pada masalah pertanian dan kehutanan saja, tapi juga peternakan dan perikanan.
Seperti disampaikan Wakil Dekan Bi­dang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerjasama Fak. Hutan UGM, Teguh Yuwono S Hut MSc dalam penelitian yang pernah dilakukan di Ngawi Jawa Timur hasil produksi padi gogo di lahan hutan bisa mencapai 12 ton. Tingginya hasil produksi itu karena dipengaruhi kondisi tanah yang masih subur dengan kandungan unsur haranya yang tinggi. Setelah tiga bulan, komoditas padi gogo diganti dengan komoditas empon-empon. More…