GreenNET perbaiki hutan mangrove di Kalimantan Timur


Transtoto bersama Tim GreenNet menjelajah hutan mangrove Kaltim.

BINA – Kerusakan hutan dan lingkungan di tanah air ini tampaknya terus menggelitik Ir Transtoto Handadhari, mantan Direktur Utama perum Perhutani (2005 – 2008). Dia yang kini aktif memimpin Yayasan Green Network Indonesia (GreenNet) kali ini bergerak merapat ke Kalimantan Timur untuk kampanye penyelamatan ekosistem rawa pantai khususnya hutan mangrove yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

Dari sekitar 3,6 juta hektare kawasan hutan mangrove di Idonesia sekitar 60 % telah rusak dan terparah berada di wilayah Kalimantan Timur. Dari data 2010 dari sekitar 1,105 juta hektare tumbuhan mangrove di wilayah itu, seluas 1,026 juta hektar (92 %) telah dalam keadaan rusak dan kritis.

Tepatnya di areal Mangrove Center, Batu Ampar, Balikpapan Kaltim GreenNet Indonesia menggelar kegiatan peduli mangrove bertajuk ‘ Jelajah Mangrove dan Penyelamatan Ekosistem Rawa-Pantai’. Acara akbar yang digelar selama tiga hari (13 – 15 April 2012) itu dibuka oleh Menteri Kehutanan RI, Zulkifli Hasan dan dihadiri Direktur Jenderal BPDAS-PS Kemhut Dr. Harry Santoso, Deputi Ekonomi Meneg PPN/Ketua Bappenas Dr. Prasetijono Widjojo, Kapolda Kaltim, Kasdam Kaltim, Perwakilan Kemeneg LH, Perwakilan Direksi PT Pertamina, Pejabat Daerah Propinsi Kaltim, Walikota Balikpapan dan unsur-unsur pengusaha hutan. Dari Perum Perhutani tampak hadir Herdiyanto dan Anang Sudarmoko dari Unit II Jatim.

Kepedulian terhadap kelestarian ekosistem laut, khususnya terhadap eksistensi bentangan pohon bakau-bakauan merupakan bagian penting yang sementara ini kurang terperhatikan. Kepedulian terhadap kelestarian ekosistem laut, khususnya terhadap eksistensi bentangan pohon bakau-bakauan tersebut menurut Transtoto merupakan bagian penting untuk menyelamatkan perkembangan biota laut, tempat pemijahan ikan dan udang, menahan gelombang pasang (rob), mengendalikan intrusi air laut, dan menjamin terpeliharanya plasma nutfah ekosistem pantai

Satu hal yang tidak diketahui umum bahwa komunitas bakau yang terdiri atas jenis Avicenia, Bruguera, Ceriops, Nipah sampai jenis Waru dan Kelapa di pinggiran pantai, apabila memiliki ketebalan 2 kilometer akan mampu meredam terjangan ombak tsunami dari sekitar 6 kilometer ke darat menjadi hanya sekitar 600 meter , ” jelas Transtoto.

Hal itu, tegas Transtoto, sangat berguna dalam mencegah bencana besar tersebut, di samping memiliki fungsi lain sebagai pemecah ombak dan peredam angin laut yang melindungi kehidupan perkotaan.

Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan dan Transtoto menanam mangrove

Ditambahkan oleh Sekjen Yayasan GreenNET Indonesia, Dina Hidayana bahwa fokus kegiatan Yayasan GreenNET Indonesia adalah edukasi membangun karakter dan watak anak bangsa yang berwawasan lingkungan. Kegiatan lainnya berupa pengabdian kepada masyarakat dalam berbagai bentuk kegiatan pelestarian hutan, serta pemanfaatan sumber daya alam (SDA) hutan.

Dalam waktu dekat GreenNET Indonesia akan menerbitkan majalah gratis untuk anak-anak usia remaja (ABG), sekitar 11-18 tahun yang akan menjadi penyambung silaturahmi dan alat edukasi terhadap anak-anak Indonesia agar memiliki pribadi berwawasan lingkungan sejak usia muda. Pemahaman tentang pentingnya pelestarian alam dan pemanfaatan hutan yang lestari sebagai sistem penyangga kehidupan yang sangat penting tersebut akan berdampak pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat umum, serta pembangunan bangsa dan negara,” kata Dina.

Sementara itu dilaporkan Ketua Panitia acara GreenNET, Budy Pratikto, bahwa Jelajah Mangrove 2012 yang mengambil tema ” Save Environment, Save the World ” yang didukung oleh Yayasan Pertamina tersebut diikuti oleh sekitar 100 anggota aktivis GreenNET Indonesia. Dalam rangkaian kegiatan juga dilakuan edukasi lingkungan kepada sekitar 200 SD-SMP wilayah sekitar Balikpapan, penanaman sekitar 5.000 bibit mangrove, kampanye pelestarian dan penyelamatan ekosistem rawa-pantai, jelajah lapangan mangrove, dan acara diskusi lingkungan. S.Widhi

Iklan

3 pemikiran pada “GreenNET perbaiki hutan mangrove di Kalimantan Timur

  1. Selamat dan Salut semoga menjadi pelopor pelestari lingkungan di negeri ini.
    Saran kami setelah kegiatan tersebut harus ada tindak lanjut Monevnya sehingga tahu sejauh mana keberhasilannya dan rencana tindak lanjut apa yang harus dilakukan. BRAVO GreenNet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s